Monday, June 10, 2013

Cinta Memiliki 8 Pengertian



Bismillahir-Rahmanir-Rahiim .. 

1. Cinta mawaddah adalah jenis cinta mengebu-gebu, membara dan “nggemesi”. Orang yang memiliki cinta jenis mawaddah, maunya selalu berdua, enggan berpisah dan selalu ingin memuaskan dahaga cintanya. Ia ingin memonopoli cintanya, dan hampir tak bisa berfikir lain.

2. Cinta rahmah adalah jenis cinta yang penuh kasih sayang, lembut, siap berkorban, dan siap melindungi. Orang yang memiliki cinta jenis rahmah ini lebih memperhatikan orang yang dicintainya dibanding terhadap diri sendiri. Baginya yang penting adalah kebahagiaan sang kekasih meski untuk itu ia harus menderita. Ia sangat memaklumi kekurangan kekasihnya dan selalu memaafkan kesalahan kekasihnya. Termasuk dalam cinta rahmah adalah cinta antar orang yang bertalian darah, terutama cinta orang tua terhadap anaknya, dan sebaliknya. Dari itu maka dalam al Qur’an , kerabat disebut al arham, dzawi al arham , yakni orang-orang yang memiliki hubungan kasih sayang secara fitri, yang berasal dari garba kasih sayang ibu, disebut rahim (dari kata rahmah). Sejak janin seorang anak sudah diliputi oleh suasana psikologis kasih sayang dalam satu ruang yang disebut rahim. Selanjutnya diantara orang-orang yang memiliki hubungan darah dianjurkan untuk selalu ber silaturrahim, atau silaturrahmi artinya menyambung tali kasih sayang. Suami isteri yang diikat oleh cinta mawaddah dan rahmah sekaligus biasanya saling setia lahir batin-dunia akhirat.

Renungan Untuk Kita Semua

Bissmillah...

Mungkin anda pernah membaca artikel-artikel ini. Miris sekali rasanya melihat fenomena dan kenyataan yang terjadi.

Seperti inikah potret generasi penerus bangsa ini? Pergaulan bebas merajalela tiada henti. Hubungan seks pranikah kini dianggap sebagai hal biasa. Sebagian besar mereka beralasan karena dalih cinta. Para gadis itu tak ragu menyerahkan ‘mahkota’nya kepada kekasihnya. Tak pernahkah terpikirkan sedikitpun di benak mereka dampak dari perbuatan mereka itu?

Teringat perbincangan dengan rekan pria saya (sebut saja Agus) ketika membahas masalah tersebut. Jumat lalu Agus menceritakan tentang seorang teman prianya (sebut saja Marko).

Marko dengan bangganya mengatakan sudah sering melakukan hubungan intim layaknya suami istri dengan kekasihnya. Saya terperangah mendengarnya. Bukan karena perilakunya itu, tapi justru kaget dengan apa yang dituturkan Marko itu. Ia dengan santainya mengatakan pacarnya sudah ‘diperawani’.

Sungguh tak habis pikir dengan perilaku Marko itu. Tak terbayang bagaimana reaksi kekasihnya bila mengetahui pujaan hatinya itu menceritakan ‘aib’ mereka kepada teman-temannya. Apalagi bila teman-teman Marko itu juga mengenal dirinya. Agus masih terus mengorek keterangan dan bertanya lebih detil kepada Marko.

“Loe gak takut cewek loe hamil dan minta dinikahi?” tanya Agus kepada Marko.

Marko malah tertawa mendengar pertanyaan Agus.

“Gue kan gak bodoh bro! Pake pengaman lah!” jawab Marko.

“Tujuan loe ML sama dia apa bro? Semata-mata Karena cinta?” tanya Agus lagi.

Wednesday, June 5, 2013

JOSH


Menurut sebagian besar, khususnya di kalangan remaja, jomblo adalah status seseorang yang menunjukkan pribadi kuper, gak gaul, ketinggalan jaman, katrok, ndeso atau kampungan. Ada lagi yang sering kali jadi julukan, bahwa seorang yang jomblo adalah makhluk yang tidak laku.

Seseorang dikatakan tidak jomblo ketika dia memiliki pacar.Padahal status pacar dan jomblo itu sekedar status sosial dalam kehidupan gaul remaja. Jadi, mereka yang memiliki pacar merasa gaul dan merasa selamat dari status jomblo.  Mereka yang berstatus jomblo dianggap suatu aib dalam pergaulannya. Karena pacar sekedar status sosial kehidupan gaul remaja, maka berpacaran hanya dijadikan kebanggaan dalam pergaulan mereka, sama sekali tidak ada niat  untuk melanjutkan ke jenjang bahtera rumah tangga. Alasan mereka yang sekedar berpacaran karena mereka masih di bawah umur. Jadi, ngapain make meried segala? Begitu alasan yang sering kali kita dengar.

Kebanggaan itu terasa ketika mereka berkumpul dengan teman-temannya, jalan-jalan berdua, dan saat galau ada yang menamani. Ketika berkumpul dengan teman-temanya, mereka sangat bangga karena di sampingnya ada seorang pacar, apa Lagi teman-temannya bersama pacarnya. Ketika berjalan –ke mana aja- bisa boncengan, bisa gandengan, dan bisa makan berduaan di restoran atau warung. Ketika galau tidak lagi bingung harus mengadu pada siapa, bisa langsung minta ditemenin
pacarnya.

Mungkin itu aktifitas pacaran yang standart. Ada aktifitas pacaran yang lebih dari itu. Dalam kehidupan gaul remaja, selain pacaran sebagai status pribadi, pacaran juga sebagai hiburan sehari-hari yang dipenuhi aktifitas pelampiasan hasrat syahwat. Sekarang marak kelakuan mesum, seks bebas, đαη hamil di luar nikah, itu semua terjadi karena status konyol itu (pacaran).

Bahkan ada yang menganggap, jika masih belum pegangan, ciuman, dan pelukan, itu dianggap sebagai aib dalam kehidupan gaul mereka. Lebih parah lagi, jika masih perawan atau perjaka pun dianggap ketinggalan jaman. Na’udzubillah…

Monday, May 27, 2013

LAKUKAN INI KETIKA ENGKAU MERINDUKANNYA


Ambilah Wudhu
Tadahkan tanganmu di atas sajadahmu
lalu pejamkan matamu dan katakanlah

YA ALLAH
Hamba sangat merindukannya
merindukan kehadirannya

Dia
yang akan menjadi Imam /makmum hamba

Dia
yang akan menjadi pelepas duka dan lara

Dia
yang akan menjadi teman hingga saat terahir
hamba

Dia
yang hatinya di slimuti Ta'at dan taqwa

YA ALLAH
Pertemukanlah kami di sebuah majlis
pernikahan tanpa Harus pacaran dan
berdua-duaan

YA ALLAH
pertemukanlah kami hanya karnaMU

DI ATAS RIDHOMU
AAMIIN


Sumber : Facebook Pages

Allah Menjawab Alfatihah Kita gan..

Banyak sekali orang yang cara membaca alfatihahnya tegesa-gesa tanpa spasi, dan seakan-akan ingin cepat menyelesaikan shalatnya. Padahal di saat kita selesai membaca satu ayat dari surah Al-Fatihah tersebut, ALLAH menjawab setiap ucapan kita.

Dalam Sebuah Hadits Qudsi Allah Subhanahu Wata'ala ber-Firman:

"Aku membagi shalat menjadi dua bagian, untuk Aku dan untuk Hamba-Ku."

■ Artinya, tiga ayat di atas Iyyaka Na'budu Wa iyyaka nasta'in adalah Hak Allah, dan tiga ayat kebawahnya adalah urusan Hamba-Nya.

■ Ketika Kita mengucapkan "Alhamdulillahi­Rabbil 'alamin". Allah menjawab: "Hamba-Ku telah memuji-Ku."

■ Ketika kita mengucapkan "Ar-Rahmanir-Ra­him", Allah menjawab: "Hamba-Ku telah mengaagungkan-K­u."

■ Ketika kita mengucapkan "Maliki yaumiddin", Allah menjawab: "Hamba-Ku memuja-Ku."

■ Ketika kita mengucapkan “Iyyaka na’ budu wa iyyaka nasta’in”, Allah menjawab: “Inilah perjanjian antara Aku dan hamba-Ku.”

■ Ketika kita mengucapkan “Ihdinash shiratal mustaqiim, Shiratalladzina an’amta alaihim ghairil maghdhubi alaihim waladdhooliin.”­ Allah menjawab: “Inilah perjanjian antara Aku dan hamba-Ku. Akan Ku penuhi yang ia minta.” (HR. Muslim dan At-Tirmidzi)

■ Berhentilah sejenak setelah membaca setiap satu ayat. Rasakanlah jawaban indah dari Allah karena Allah sedang menjawab ucapan kita.

■ Selanjutnya kita ucapkan "Aamiin" dengan ucapan yang lembut, sebab Malaikat pun sedang mengucapkan hal yang sama dengan kita.

■ Barangsiapa yang ucapan “Aamiin-nya” bersamaan dengan para Malaikat, maka Allah akan memberikan Ampunan kepada-Nya.” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud)

sumber : Facebook Pages